Posted by: cHa | May 9, 2009

Microblogging

Tiada hari tanpa dunia komputer dan internet!! Begitu saya melihat perkembangan dunia internet dan jejaring sosial yang cepat dan dinamis ini. Setelah membahas abis-abisan situs jejaring sosial macam Facebook dan Friendster di tulisan saya yang lalu, sekarang kita membahas mengenai microblogging seperti Twitter maupun Plurk.

Microblogging menurut saya adalah sebuah layanan blog yang berisi postingan singkat dari microblogger, biasanya mengenai keseharian, cerita, ekspresi, pernyataan, dll. yang intinya sebuah blog singkat. Layanan blog semacam microblog ini sebenarnya sudah dirintis ketika fitur shout out di Friendster dan mewabah di Facebook dengan update statusnya.

Postingan yang singkat tersebut ternyata sangat digemari, dibuktikan dengan aktifnya beberapa teman di FB dan Plurk saya yang always updating every moment!! Microblog ini merupakan layanan blog yang ingin meraih “pangsa pasar”  yang “non penulis online” yang senang menulis dengan panjang dengan deskripsi detail, ada yang menjadi semacam cerpen, dan.. eng ii eng.. sekarang ada microblog yang hanya berisi beberapa kalimat, dengan ungkapan pendek, serta ada juga yang isinya terkesan spontan dan santai.

 

Nah.. hal tersebut difasilitasi oleh layanan microblogging ini, dengan tampilan (user interface) yang simple, namun menarik, dengan tulisan yang singkat dan padat, serta terkadang menjadi sangat personal, seperti curhat maupun kata-kata spontan yang menggelitik untuk dikomentari oleh teman-teman lainnya.

Read More…

Posted by: cHa | May 3, 2009

Sensor Internet

Aloha…

Sudah lama tidak posting di blog tercinta ini. Seperti alasan jadul yang tersohor itu, sibuk, gada waktu, maupun memang lagi males saja untuk ngblog!! Di sisi lain, beberapa waktu yang lalu, saya agak kesulitan mengakses internet dengan “tenang serta damai”, yaa karena faktor kesibukan tersebut.

hhmm… beberapa waktu yang lalu, memang sibuk dengan “kehidupan offline” di luar sana, terkadang masih sempat untuk membaca serta mengunjungi forum favorit serta microblogging, seperti update status di Facebook, Plurk, maupun Twitter, namun yaaa tetap tidak ngblog!!

Meskipun sempat tidak ngblog beberapa saat lalu, namun saya pun berpikir, di era kebebasan untuk mengakses informasi saat ini di Indonesia, kita patut mensyukuri akan “nikmat” tersebut, jika melihat infrastruktur yang (lumayan) yang tersedia, tingkat “melek internet” yang tumbuh setiap saat, dan adanya kegairahn dalam mencari informasi di internet.

Setiap harinya kita bebas mengakses informasi melalui situs apapun dan bebas berkoar-koar di jagat maya yang mahaluas ini.  Meskipun kita juga pernah terkena sensor internet tersebut, yaitu pembatasan akses informasi (baca : sensor internet) terhadap situs pornografi tempo hari oleh Pemerintah-Depkominfo, namun efeknya ternyata lumayan masif, dimana beberapa situs yang seharusnya bisa diakses dan tidak mengandung muatan pornografi terkena imbasnya.

Di belahan dunia yang lain, sensor internet tersebut ternyata benar terjadi, bahkan sudah masuk ke ranah masalah HAM.

Read More…

Posted by: cHa | March 1, 2009

Wajah Baru Facebook di 2009!

Facebook (selanjutnya disingkat menjadi FB) yang menjadi penguasa dalam situs jejaring alias sosial networking, dengan berbagai inovasinya, yang memadukan kecanggihan teknologi internet dengan memperhatikan faktor interaktivitasnya, terkait hubungan antar pengguna Facebook tersebut. Sejarah mengenai FB juga pernah saya tulis mengenai FB sebagai pendatang baru yang muncul dengan berbagai fitur dan inovasinya.

Jika terbiasa dengan antarmuka FB yang seperti cuplikan gambar dibawah, di sisi bagian atas (header) dari FB ini, yaitu deretan standar, dari “Home” hingga, pengaturan akun FB kita di “Setting”, termasuk pengaturan kontrol privasi akun FB milik kita.

Kemudian di pojok kanan atas,  merupakan tab informasi “Request”, baik mengenai soal friend request, friend suggest, application/games invites, maupun group invites. Kemudian dibawahnya merupakan aplikasi-aplikasi standar dari FB, seperti groups, photos, marketplace, event, serta aplikasi pihak ketiga lainnya, baik games maupun kuis, dll.

FB versi "lama"

FB versi "lama"

Disusul dibawahnya informasi mengenai ulangtahun, undangan acara tertentu, dan fitur yang cukup unik dari FB, yaitu “People May Know You”,  sebuah fitur pencarian teman yang belum masuk ke daftar pertemanan milik kita, kita bisa menemukan(calon)  teman tersebut, berdasarkan hubungan ataupun jejaring pertemanan kita.

Dan kemudian tab-tab dari “News Feed” yang biasa saya sebut dengan “tabloid gosip” alias “infotaimentnya Facebook”, karena di bagian tab ini, kita dapat mengetahui segala aktivitas dan keluh kesah hingga “curhatan” teman-teman kita dalam keseharian mereka, yang “ditumpahkan” ke ranah dunia maya melalui FB ini.

Selanjutnya fitur “Status Updates” yang sensasional, karena fitur ini telah mengadiksi dan menjangkiti jutaan orang diluar sana, seperti jurnal, catatan kegiatan keseharian,bahkan seperti buku harian,  ataupun hanya ungkapan yang kadang tak bermakna, namun “penting” bagi empunya, yang saya sebut “curcol dijital” alias curhatan colongan versi dijital!! n_n

Kemudian di tab selanjutnya, yaitu “Photos” (bisa dilihat di artikel saya mengenai FB dan fitur photo albumnya) dan Links, serrta dapat ditambahkan tab lain sesuai kebutuhan penggunanya.

Namun, ketika asek-asek menjelajah dunia maya tsb., termasuk FB, saya menemukan berita terbaru, bahwa FB akan melakukan desain ulang dari antarmuka FB tsb., sehingga FB akan muncul dengan wajah barunya di tahun 2009 ini, bisa dilihat dari gambar yang saya capture dibwah ini.

FB versi "Baru"

FB versi "Baru"

Dilihat dari capture gambar diatas, maka akan ada perubahan cukup radikal dari kebiasan kita berfesbuk ria. Intinya, FB akan semakin asek dalam berhubungan dengan teman-teman kita, lagipula pengelompokkan pun mudah-mudahan menjadi lebih user friendly dan lebih terpadu.

Posted by: cHa | February 15, 2009

Facebook : Networking, Bisnis, dan Produktivitas Kerja

Beberapa waktu yang lalu, ketika saya dalam perjalanan ke daerah bilangan Sudirman dengan bos saya untuk meeting dengan bapak-ibu klien terhormat, saya mendapati pengalaman cukup unik, dimana terjadi percakapan singkat yang menyoal bagaimana Facebook (selanjutnya disebut FB), dapat mendukung produktivitas kerja dan karir kita.

Si bos kita satu ini, (terkadang) cukup sinis yang terkait dengan media sosial seperti instant messeger yang digunakan untuk chatting, lalu social networking seperti Friendster dan FB, forum diskusi, dan terkadang juga ketika kita mengakses situs-situs yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, dan hingga di suatu meeting internal, beliau mengingatkan untuk fokus pada pekerjaan, serta mengurangi hal tersebut, dan kemudian bermunculan ocehan, omongan, serta komentar dari rekan-rekan karyawan, dari yang sinis, sedikit kompromistis, hingga menganggap suatu lelucon saja.

Saya juga punya pemikiran sendiri mengenai isu tersebut, yaitu bersosialisasi di dunia maya saya pikir perlu dengan memanfaatkan fasilitas koneksi internet, lagipula saya pribadi punya keterbatasan untuk fokus terus-menerus dalam suatu periode waktu (7-8 jam kerja), dan perlu berelaksasi sejenak, entah itu chatting sebentar, untuk menyapa kawan-kawan, atau posting something, entah berkomentar di wall FB beberapa teman, entah berkomentar foto di FB (lihat postingan saya mengenai aktivitas berkomentar soal foto-foto di FB), entah cuma melihat sejenak foto-foto “lucu” di album foto teman-teman, ataupun berkomentar soal “update status message” mereka, yang intinya penyegaran sesaat, lagipula jika pikiran santai, maka terkadang kita juga akan lebih baik dalam bekerja, dan produktivitas pun meningkat!! Lagipula akses di kantor memang full access, tanpa batasan, dengan kecepatan yang lumayan cepat juga, dan kebetulan kantor saya termasuk perusahaan di industri TI, yang notabene harus terkait dengan dunia maya, yaaa (terkadang) untuk unduh-unduhan lagu, video, ataupun update aplikasi terbaru biasa juga dilakukan oleh rekan-rekan saya.

Tiba-tiba si bos saya ini pun bertanya seperti ini :

“cha, punya account fesbuk ga??”

yaa.. saya cukup kaget mendengar pertanyaan tiba-tiba seperti itu, padahal topik obrolan sebelumnya mengenai progress project maupun mengenai soal makanan (maklum saat itu sudah jam makan siang dan saya masih berada di jalanan tol ibukota bersama si bos ini, intinya yaaa laper bos!!).

“ada pak.. saya punya.. kenapa yaa pak??” jawab saya.

“oohhhhh… cuman nanya aja cha.. bagus itu fesbuk yaa” balas si bos.

weekksss… kenape ni bos, pikir saya, kesamber gledek apa yaa?? n_n

padahal isu penggunaan media sosial seperti yang saya jelaskan diatas, tergolong cukup “rawan”!!

“tau nda.. projek yang kita ikutin itu, saya dapat dari fesbuk cha..”

“dari fesbuk?? maksud bapak bagaimana yaa??”

dan kemudian beliau langsung melihat saya dengan tersenyum.

“awalnya saya disuruh bikin fesbuk ama teman-teman saya, banyak email-email yang ngundang gitu..”

“oww.. di invite yaa pak, memang fesbuk dan kebanyakan social networking lain kayak frenster juga proses invite dan joinnya via email.. tapi bisa juga register dulu, lalu kita bisa add yang istilahnya terkoneksi  atau terhubung sebagai teman pak, jadi nanti kita bisa ketemu teman-teman yang lain, dan semua bisa saling terhubung dalam fesbuk itu” jawab saya kilat.

“waaa.. percha tau banyak yaa?? tau juga soal social networking juga yaa?? saya sering baca di majalah dan internet, apa itu yaa?? networking gitu cha??  sering fesbukan cha ??”

wekksss.. mati gue!!  Ini pertanyaan “rawan bin jebakan” pikir saya.

“yaa.. kadang-kadang pak, kalau lagi ada waktu senggang, saya akses situs fesbuk, yaa silaturahim dengan teman-teman pak” jawab saya diplomatis, “..Social networking memang hampir sama dengan aktivitas networking gitu, seperti dunia kerja dan bisnis pak, saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain yang saling menguntungkan.. dan konsepnya diterapkan di internet pak..” jawab saya kemudian.

“nah itu dia cha.. saya tadinya males bikin beginian, saya pikir buang-buang waktu.. kayak mainan abg aja, ternyata ada manfaatnya juga..” balas si bos.

“tergantung manfaatnya bagaimana pak.., lalu apa hubungannya dengan projek kita pak”  jawaban diplomatis lagi dari saya.

“saya juga punya fesbuk cha” waa si bos punya fesbuk, cukup mengejutkan pikir saya.

“saya nulis-nulis di fesbuk teman-teman lama saya, bales tulisan mereka di fesbuk saya,  say hello gitu cha.. lama-lama kita telpon-telponan, lalu meeting dan ada prospek untuk kerjaan baru untuk kita.. dan salah satunya projek ini cha.. gitu cha..” jawab si bos.

“ooowww.. gitu pak.. bagus dong pak” respon saya atas omongan si bos ini.

“fesbuk juga punya sisi positif jugaa yaa.. makanya obama bisa menang pake fesbuk ini salah satunya yaa..”

“oowww.. iya pak, fesbuk memang tujuannya seperti yang saya bilang tadi, untuk social networking pak”

Seperti yang telah dijelaskan diatas, FB memang bertujuan untuk saling berinteraksi sosial dalam ranah dunia maya. Dan dari hasil pembicaraan dengan si bos, FB memang merupakan salah satu alat untuk netwoking kita dalam bekerja dan berbisnis, dan bukti nyatanya dari pengalaman bos saya.

Lalu si bos di penghujung perjalanan menuju tempat klien, berkata : “yaudah cha.. nanti saya jadi teman juga di fesbuk yaa.. di add kan??”

“oww… iya pak, nanti kalo saya ada waktu untuk akses fesbuk” jawab saya menutup topik obrolan soal FB ini.

Hhhmmm… sampai saat ini, saya belum “add” si bos untuk jadi teman di FB saya. Dan beberapa rekan kerja di kantor saya beritahukan mengenai  keberadaan akun FB si bos  juga cukup terkejut akan hal tersebut, dan merasa entah kenapa “emoh” menjadi teman si bos di FB.

Dan saat ini sedang berpikir apa untung ruginya jadi teman beliau di FB, bisa-bisa dia tahu “privasi” dalam keseharian saya ber-FB ria, meskipun ada aturan kontrol privasi dari FB, dan teman-teman kantor mungkin berpikiran sama dengan saya juga yaa..  hehehe…  n_n

Posted by: cHa | February 8, 2009

Computer Festival UI 2009

Sabtu lalu, saya berakhir pekan di Depok, yang saya sempatkan untuk berkunjung ke Computer Festival UI 2009 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fasilkom UI. Sebelum memperhatikan dengan detil, saya pikir akan seperti “another computer expo” yang isinya jualan komputer beserta segala atributnya, namun ternyata berisi pameran dari komunitas-komunitas TI dan dibumbui oleh sesi acara bincang-bincang dan diskusi. Dilihat dari konsep acaranya lumayan orisinil, yaitu mengumpulkan komunitas terkait dunia Teknolgi Informasi di Indoensia, seperti MUGI (Microsoft User Group Indonesia), KPLI Linux, Mac User Indonesia, MySQL Indonesia, UI Robotics Team, komunitas open source, dan komunitas lainnya.

Tokoh-tokoh yang datang saya pikir cukup mumpuni dari Depkominfo, Depdiknas, Rekorat UI, Telkom, MUGI, Microsoft, Sun Microsystem, Ilmukomputer.com, serta ahli lainnya. Dari acara tersebut banyak terdapat stand-stand dari komunitas tersebut, seperti Mac User Indonesia, KPLI Linux, MUGI, maupun Web-Net contohnya, seperti hasil jepretan kamera saya dibawah ini.

Compfest09-Komunitas1

Compfest UI 09-Komunitas3

Compfest UI 09-Komunitas4

Dalam pameran tersebut juga dipamerkan hasil pengembangan aplikasi dan sistem dari hasil karya sivitas akademika Fasilkom UI, dari aplikasi sederhana seperti quiz, bulletin board, hingga aplikasi canggih seperti aplikasi pemodelan 3D, SIAK-NG yang merupakan sistem akademik yang digunakan UI, aplikasi manufaktur hingga program permainan (games).

Di pameran tersebut juga diadakan kompetisi dalam pengembangan robot, yang saya anggap sebagai salah satu magnet acara ini.  Terlihat dari keriuhan peserta maupun pengunjung ketika berada di area kompetisi robot tersebut.

Compfest UI 09-Komunitas2

Compfest UI 09-Komunitas5

Acara CompFest juga disertai hiburan dari band dan kelompok paduan suara mahasiswa Fasilkom UI, yaitu Asciipela, serta guest star Tangga!! Amat disayangkan acara seperti ini kurang dari sisi promosi, saya pribadi tahu beberapa hari sebelumnya, dan menurut saya perlu digalakkan acara (bertema komputer) dengan format dan konsep yang berbeda, seperti acara Compfest ini, yang mengumpulkan komunitas-komunitas TI Indonesia, yang mereka kadang-kadang hanya berinteraksi di dunia maya, dan bisa kopi darat di acara seperti ini, sekaligus bersosalisasi, bercanda, berdiskusi, nggosip, sampai bernarsis massal di tempat publik, terbukti dari beberapa saya lihat di stand komunitas tersebut…  n_n

Posted by: cHa | January 16, 2009

Palestina..Gaza..2009

Setelah berhari-hari kita mendengar berita tentang Palestina, dari jumlah korban yang terus berjatuhan baik di pihak sipil, militer, pria, wanita, anak-anak, lansia, dan korban jatuh terbanyak berada di pihak Palestina. Cuplikan gambar, suara, serta tulisan yang sangat tragis, memilukan, dan sekaligus menimbulkan rasa marah terus kita tonton, baca, dan dengar dari media informasi seperti media cetak, radio, dan televisi menyiarkan krisis kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Puluhan pertanyaan pun muncul dalam benak saya :

“…kenapa dengan dunia ini? Kenapa dunia hanya berkutat dengan diplomasi yang berbelit, tanpa ada hasil nyata dalam menanggulanginya? Apakah mereka sadar, ketika waktu berjalan setiap hari, jam, menit, serta detik, korban terus berjatuhan, dan mereka hanya sibuk berdebat di meja perundingan yang semu itu?

Kenapa tata aturan yang dibuat susah payah di meja diplomasi seperti resolusi PBB, hanya menjadi secarik kertas yang mudahnya diinjak-injak serta dilanggar? Mengapa dengan mudahnya sebuah kelompok tentara menyerang kelompok lainnya yang secara jumlah dan kekuatan militer sangat jauh berbeda? Kenapa pejuang kemerdekaan Palestina dituduh teroris dan sedangkan tentara Israel dijuluki sebagai penjajah? Mana kekuatan dari sebuah piagam yang diagungkan seperti piagam hak asasi manusia yang menjadi aturan kita untuk hidup “bermanusia”? Apa gunanya sebuah maha lembaga bernama PBB yang seharusnya bertugas menjaga perdamaian?

Mengapa perang tak hentinya berkecambuk di kawasan tersebut? Apa sebenarnya permasalahan yang ada di kawasan tersebut? Motif agama? Motif perebutan wilayah Negara? Kenapa krisis Palestina tersebut terus berlarut-larut terjadi bertahun-tahun? Lalu kenapa superpower seperti Amerika Serikat begitu kukuhnya membela Israel? Mengapa Negara-negara Arab sepertinya hanya berpangku tangan dan tidak bergerak secara nyata dalam menyelamatkan saudara mereka di Palestina saat ini?

Apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang manusia yang cinta perdamaian dan bersifat welas asih terhadap sesama, untuk membantu meringankan beban penderitaan serta mewujudkan perdamaian abadi di Palestina? ….”

Itu pertanyaan terakhir yang ada di pikiran saya setelah melihat, membaca, serta mengikuti krisis yang terjadi di Palestina tersebut beberapa hari terakhir ini.

aksi solidaritas palestina - Priyombodo

aksi solidaritas palestina - Priyombodo

[Foto : http://images.kompas.com/detail_news.php?id=14730 - Priyombodo]

Bagi saya, selaku seorang orang biasa yang tinggal di Indonesia, saya pada awalnya hanya bisa mendoakan demi keselamatan serta mendoakan untuk memperingankan beban penderitaan para korban serta penduduk Palestina. Pencarian jawaban atas pertanyaan diatas berawal ketika memperhatikan ceramah seorang ustadz ketika menunaikan ibadah sholat Jumat, di sebuah masjid di bilangan Kuningan, Jakarta. Di ceramah tersebut, sang ustadz mengawali dengan kisah ketika zaman Rasullullah SAW pada masa awal berhijrah di Madinah, dimana penduduk kota tersebut terpecah dalam beberapa kelompok yang sebagian besar dipisahkan karena berbeda suku yang didasarkan pada ikatan keluarga. Perpecahan serta permusuhan penduduk Madinah tersebut telah terjadi bertahun-tahun, serta telah mengakar dalam setiap orang dalam setiap suku, bahwa mereka bermusuhan dengan suku yang lain, dan doktrinisasi mengenai permusuhan antar suku tersebut pun terjadi dari bertahun-tahun, dari golongan tua ke golongan muda, hingga ke anak-anak mereka, serta dari para pemimpin suku ke para bawahan dan pengikut serta rakyatnya.

Permusuhan antar suku tersebut nampaknya tidak akan terselesaikan dan bahkan telah menjurus ke bentrokan fisik, karena permusuhan tersebut sudah pada titik nadir dan telah mengurat nadi dalam tempo lama. Melihat permasalahan tersebut, Rasullullah SAW berinisiatif mengumpulkan para tetua dan para pemimpin suku yang bertikai di Medinah untuk melakukan sebuah pertemuan di rumah beliau dengan membawa misi perdamaian. Di pertemuan tersebut, sindiran, ocehan, cacian, serta kemarahan, serta aura kebencian terpancarkan di awal pertemuan antar suku tersebut. Dalam pertemuan tersebut, Rasullullah SAW bertanya satu persatu kepada para tetua dan para pemimpin suku yang saling bertikai tersebut, mengenai awal penyebab dari permusuhan tersebut, dan sebagian besar memberikan jawaban yang kabur, bias, dan tidak jelas, dan ada pula yang mengelak memberi jawaban, bahkan hanya kata-kata makian yang banyak terucap Dari pertemuan tersebut atas mediasi Rasullullah SAW, diketahui awal mulanya terjadi permusuhan tersebut, yaitu berawal dari masalah mengenai perjodohan dan masalah tapal batas pertanahan.

Dari ilustrasi diatas kita mendapat gambaran, bahwa terkadang kita terbawa dengan aura kebencian, dendam, serta kemarahan dengan pihak lain, dan justru melupakan inti permasalahannya. Seperti ilustrasi diatas, permusuhan tersebut telah terjadi dalam waktu yang cukup lama, hingga kebencian pun menumpuk serta mengurat nadi, serta dibumbui pula dengan provokasi dan doktrinisasi pada masing-masing kelompok, sehingga “para pengikut” dari kelompok tersebut bahkan hanya tahu harus memusuhi kelompok lawannya. Lalu dalam benak saya muncul pernyataan kembali :

“..Lah jelas Israel salah dan telah sewenang-wenang menyerang Palestina, dengan membunuh lebih dari 800 orang dan melukai lebih dari 1200 orang kok…”

Namun ketika mengobrol dengan teman-teman saya, muncul pertanyaan dan pernyataan seperti ini :

“..lo lupa ya? Palestina kan bukan sebuah negara formal yang merdeka kan? Buktinya tujuan utama organisasi Hamas dan Fatah menginginkan sebuah negara Palestina yang merdeka, dan secara jelas dalam pedoman perjuangan Hamas yang lebih radikal dibandingkan Fatah, yaitu menghapus negara Israel secara permanen, dan mendirikan negara tunggal Palestina, sehingga secara yuridis, negara dalam tanda kutip untuk Palestina sebenarnya tidak ada, Israel bisa saja berpegangan pada prinsip itu, maka mereka perlu melindungi warga negaranya dari serangan teroris, dan sesuai pemahaman mereka, mereka masuk ke wilayah Palestina dengan bebas, karena wilayah tersebut merupakan tanah tak bertuan, bener ga..??

Lalu muncul lagi pernyataan berikut : “…Lagian Hamas juga cari gara-gara juga? Wong lagi gencatatan senjata kok malah memperkuat diri dengan melatih dan membekali milisi dengan persenjataan, dan membom pemukiman Israel.. “

lalu teman lain menimpali : “..tapi Israel juga kurang ajar, seenaknya aja menggusur pemukiman Arab-Palestina, membangun tembok perbatasan kayak benteng Berlin hingga memblokade Palestina dari bantuan kemanusiaan dari pihak asing, sehingga seperti membunuh perlahan dengan memutus jalur logistik dan suplai makanan dan obat-obatan, serta menembaki dan membom daerah pemukiman Palestina, dengan dalih menghancurkan basis kekuatan militer milisi Palestina, dan telah membunuh penduduk sipil dengan  sengaja!! Emang nyawa manusia kayak nyawa nyamuk yaa??..”

Hmm… lalu timbul pertanyaan kembali : “jadi apa inti permasalahan konflik palestina?”

saya berpendapat bahwa kebencian yang telah menumpuk bertahun-tahun tersebut telah membutakan segala hal, baik di sisi Palestina maupun Israel, dan jelas korban terparah dan yang paling menderita adalah warga Palestina, dan timbul keinginan warga Palestina (dan sebagian muslim diberbagai belahan dunia) untuk menghapuskan negara Israel dari peta dunia ini, dan memerdekakan Palestina.

Namun, jika melihat “cita-cita” tersebut, khusus untuk penghapusan negara Israel sangatlah sulit, baik dari sisi politik maupun dari sisi perang secara frontal, karena dapat menguras tenaga, biaya, dan waktu, (serta nyawa manusaia!!!), jika harus memerangi Israel yang didukung sepenuhnya oleh Amerika Serikat tersebut.

Pilihan lain yang lebih penting yaitu memerdekakan negara Palestina secara de facto dan dejure, sehingga konsistensi Palestina dapat terbukti secara nyata. Ide lain yaitu tetap dengan hidup berdampingannya kedua negara tersebut, baik Palestina dan Israel, dalam satu kawasan yang secara legal dan adil terbagi sesuai kesepakatan bersama, dengan syarat penghentian secara total aksi dan opsi militer dalam penyelesaian masalah antar kedua negara tersebut, dan lebih menonjolkan dialog konstruktif serta solutif untuk menyelesaikan segala aspek permasalahan.

Kembali ke pertanyaan tadi :

Apa yang bisa kita lakukan sebagai seorang manusia yang cinta perdamaian dan bersifat welas asih terhadap sesama, untuk membantu meringankan beban penderitaan serta mewujudkan perdamaian abadi di Palestina? ….”

Hingga saat ini, yang dapat saya lakukan hanya berdoa demi keselamatan ummat Islam sedunia, memberi sumbangan semampu saya melalui lembaga-lembaga sosial untuk Palestina, menyebarkan informasi tentang harapan perdamaian Palestina, dan yang paling penting yaitu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan  Allah Swt ke saya hingga saat ini, Alhamdulillah ya Allah!!

Posted by: cHa | January 11, 2009

Facebook Photo Comment : so addictive!!

Di tulisan saya mengenai Facebook dan foto telah dibahas mengenai fungsional dan fitur-fitur yang berhubungan dengan foto di Facebook tersebut. Dan fitur satu ini merupakan salah satu favorit saya, serta sekaligus sebuah pelampiasan yang saya sebut efek narsisme dijital.

Setelah larut dalam dunia FB dan berkutat dengan aktivitas add, invite serta approve friends/groups, menganduh foto-foto narsis, dan akhirnya terjebak dengan aktivitas photo comment… fitur yang mengadiksi ketika ber-FB ria!!

Ancur!! enggak sopan!! dasar!! ihhh!!

Hahaha.. saya tertawa puas ketika membaca komentar-komentar di album foto online di akun Facebook (FB) saya. Tanpa merasa bersalah dan tanpa memandang tatakrama, teman-teman saya menganduh foto-foto “lucu”, aneh, dan gaib. Dan dalam sekejab komentar-komentar yang “mencerahkan” dan sedikit nakal pun meluncur dari postingan mereka semua. Dari kata-kata sopan yang mendayu-dayu, hingga cercaan berbau kebun binatang pun meluncur.. bahkan kalimat yang membutuhkan intelejensia lebih, yang secara implisit memiliki arti dan tafsir yang berbeda pula.

Saya beranggapan orang sudah bosan dengan pose foto yang “itu-itu” saja, maka ide kreatif dan semangat inovasi pun muncul dari sudut pengambilan, lokasi foto, subjek foto, hingga foto-foto yang sebenarnya biasa saja, menjadi unik, karena caption/judul fotonya disertai komentar-komentar yang “unik” juga.

Fitur FB satu ini, yaitu album foto, serta (hampir) semua situs jejaring sosial (social networking) memiliki fitur yang ide awalnya sederhana ini, yaitu sebagai album foto online, yang terintegrasi dengan jejaring sosial kita, tetapi album foto ini memiliki efek yang luar biasa. Sesuai dengan tujuan dari jejaring sosial tersebut, yaitu berhubungan dan berinteraksi dengan orang lainnya, dan salah satunya melalui bentuk media yang disebut album foto tersebut.

Ketika masih berjejaring sosial dengan Friendster (FS), kita selaku pengguna FS, sering memanfaatkan fitur foto juga, yang merupakan fitur unggulan yang digemari para penggunanya, dan berujung pada virus narsisme dijital. (baca postingan saya juga mengenai efek narsisme dijital di Friendster, yang saya sebut virus fotogenik friendster di pembahasan mengenai jejaring sosial di Friendster).

So… saya sendiri sudah terkena dengan virus narsisme dijital tersebut, padahal dulu paling emoh ikutan “sesi foto”… eh sekarang jadi kecanduan foto-foto, menganduh, dan berkomentar tentang foto-foto tersebut.

Posted by: cHa | January 4, 2009

Facebook dan foto

Kembali membahas mengenai situs jejaring sosial yang sedang naik daun saat ini, yaitu Facebook (FB). Setelah di posting yang lalu membahas mengenai sejarah singkat Facebook maka di posting kali kita membahas mengenai dunia per-foto-an di Facebook ini.

Seperti situs jejaring sosial lainnya, facebook memiliki sebuah photo profile yaitu sebuah representasi gambar/foto sang pengguna FB tsb. yang ditampillkan di profile pengguna tsb. maupun ketika berinteraksi sosial di dunia maya, seperti  profilewalking (dimaksudkan seperti istilah blogwalking, yaitu aktivitas blogger yang  mengunjungi atau jalan-jalan ke blog lain) atau memposting sesuatu, entah komentar di the wall, komentar di status seseorang, komentar di forum/group, dan aktivitas sosial sejenisnya. Dari photo profile tsb., maka menambah dosis virus narsisme para pengguna FB, dan merupakan suatu cara pelampiasan sifat dasar manusia yang ingin pamer tsb.

Di FB, kita harus membuat album foto terlebih dahulu, kemudian menambahkan foto-foto di album tsb. Lalu di FB ini, hanya perlu 1 orang yang menganduh (benar tidak padanan bahasa Indonesia untuk “Upload”??), kemudian di-tag oleh si empunya, maupun orang/teman lainna, so dari sisi proses penganduhan tsb., cukup 1 orang dan semuanya menjadi praktis, serta yang jelas, hemat tempat dan bandwitch juga bagi FB.

Setelah proses anduh telah selesai, maka biasanya pengguna FB seperti saya ini, kemudian men-tag teman-teman dari foto tsb., kemudian secara luar biasanya, teman-teman tanpa ada paksaan dan secara psikologis mengkomentari yang “enggak penting” dari foto-foto tsb.

Dan yang menjadi menjadi favorit saya yaitu photo tag dan photo commentnya. Efek dari 2 fitur tsb. ruar biasaaa!!! Dari kata-kata pujian, hinaan, cercaan, foto-foto yang super narsis, komentar yang tidak ada hubungannya dengan foto, curhatan hingga gosip!!

Hmm.. FB yang memang benar-benar media interaksi sosial online (online; kata teman saya, padanan kata online dalam bahasa Indonesia itu daring.. hmm.. kata yang aneh!?!), didukung teknologi internet yang terkait dengan konsep Web 2.0 yang menonjolkan sisi interaktifnya, yang secara langsung mendukung sifat manusia yang suka bersosialisasi (bergosip serta berkomentar!!).

Salah satu contoh FB dan fasilitas fotonya bis dilihat disini (klik aja).

Posted by: cHa | December 25, 2008

Revolusi resolusi

Setiap di penghujung tahun seperti saat ini, bagi sebagian orang, menganggapnya sebagai momentum untuk menikmati liburan akhir tahun, bagi sebagian orang lagi, akhir tahun ini dilalui dengan bekerja (keras) karena load kerja justru sedang tinggi-tingginya (semangat untuk teman-teman yang berprofesi auditor-akuntan atau pekerjaan lainnya, chayo!), sebagian lagi juga merayakan hari raya agamanya, dan tentu saja, semua orang menyambut tahun baru Masehi serta kebetulan juga, tahun ini, bersamaan dengan tahun baru Islam.

Bagi saya pribadi, momentum pergantian tahun (Masehi) tersebut, merupakan sebagai ajang evaluasi dan perencanaan hidup kedepannya. Apa yang telah direncanakan pada tahun lalu, apa yang telah direalisasikan, apa yang sudah dilakukan, lalu bagaiman dengan kualitas dari penyelesaian dari rencana tersebut.

Hmmm.. jika merunut yang telah saya rencanakan pada tahun lalu, kadang saya berpikir bahwa rencana tersebut terkadang terlalu muluk dan bahkan seperti “bagai menggapai awan di siang bolong”. Namun, bagi sebagian dari pikiran saya berkata, “..mimpi dan cita-cita itu harus tinggi dan sesuatu yang besar, kalau cuma rencana kecil dan biasa saja, maka kita akan hidup dengan sesuatu yang hasilnya kecil dan biasa saja juga…”.

Dari pemikiran tersebut, muncul juga pikiran seperti ini : “..untuk mencapai kesuksesan, harus dimulai dengan rencana yang kecil dan perlahan-lahan serta realistis, dengan begitu kita dapat belajar dari setiap kegagalan dan kesuksesan yang dirasakan..”.

Dari hasil pergumulan pikiran itu, rencana tersebut menurut saya memang dibuat realistis dan ada pula yang dibuat semacam rencana “visioner” yang jauh kedepan, serta ada pula rencana pendek hingga rencana jangka panjang. Bila kita aplikasikan kedalam evaluasi dan perencanaan tersebut di akhir tahun seperti ini (atau tahun-tahun berikutnya), maka kita secara pribadi memiliki suatu tujuan yang jelas dan terarah, seperti sebuah milestone dalam hidup kita.  Rencana tersebut bagi kebanyakan orang disebut RESOLUSI.

Menurut pendapat saya, kebiasaan membuat resolusi tersebut sangat baik bagi diri kita dalam menjalani kehidupan ini yang kompleks dan pendek ini (cuma sampai umur Rasulullah SAW kan?? 63 tahun!), yang menurut saya, terkadang terlalu banyak yang harus dipilih serta dijalani. Life is matter of choice isn`t??

Jadi, resolusi tersebut semacam to do list, semacam manual book, atau semacam panduan bagi kita dalam menjalani kehidupam kita kedepannya. Tetapi, kita terkadang terbuai dengan situasi  yang “menjalani saja hidup ini saja”, bahkan ketika kita sudah “menuliskan” resolusi tersebut, dan terkadang (mungkin justru seringkali) resolusi cuma resolusi saja, serta tidak dilaksanakan atau dieksekusi.

Hal tersebut membutuhkan suatu tekad yang  kuat dan perlu dukungan orang-orang disekitar kita. Saya punya cara atau metode khusus yaitu dengan cara  “menitipkan” semacam reminder ke orang-orang disekitar saya. Saya kadang mengobrol dengan orang-orang tersebut, menceritakan apa saja yang telah dan akan saya lakukan, dan meminta pendapat mereka, lalu minta tolong diingatkan untuk beberapa hal, termasuk soal resolusi itu. Terkadang dari hasil diskusi tersebut, Alhamdulillah saya mendapatkan umpan balik yang lebih baik, berupa saran, kritik, hingga cercaan (seperti perkataan seorang teman : “… ngimpi aja lo bisa kayak gitu..”).

Tetapi, semua umpan balik tersebut, saya terima dengan positif (yaaa, terkadang dengan penerimaan yang negatif juga, seperti perkataan saya ke seorang teman juga : “..buseeett.. brisik aja lo, lo juga enggak bisa, mendingan gue deh, masih bisa punya impian, daripada lo, ngimpi aja enggak bisa..”), dan dari hasil diskusi tersebut terkadang bisa menginspirasi orang-orang tersebut, dan pada akhirnya reminder tersebut dapat terjalin, seperti perkataan seseorang : “.. ide kamu bagus juga yaa, yaudah kita saling ingetin yaa..”, atau seperti ini : “.. gue juga mau ngelakuin sih, cuman males aja nih kayaknya, yaudah, kita sama-sama aja gimana??…” so, my resolution reminder program its cool huh??

Esensinya, resolusi merupakan suatu cara agar kehidupan kita selaku manusia dapat menjadi (Insya Allah) lebih baik, bermakna, serta bermakna. Dan bila perlu membuat suatu resolusi yang revolusioner bagi diri kita sendiri, maupun lingkungan sekitar kita.

2009….. i`m coming!!!

Setelah membahas mengenai situs jejaring sosial Friendster di posting sebelumnya, sekarang saatnya sang “bayi ajaib”, yaitu Facebook. Facebook (selanjutnya Facebook disingkat menjadi FB; FB populer disebut oleh pengguna Facebook, sama seperti Friendster dengan FS) dibangun oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Universitas Harvard yang mengambil kuliah bidang ilmu komputer dan psikologi. Dari kuliah yang diambil MZ, kita dapat mengetahui, bahwa MZ (saya bisa memanggil jenius Mark tsb. dengan MZ) secara praktikal, menggabungkan ilmu komputernya dengan ilmu psikologi.

MZ membuat/membangun situs jejaring sosial tidak hanya berkutat dengan mengulik teknologi web yang canggih (teknologi Web 2.0 Ready, Java, AJAX, Facebook Apps Framework dsb.), namun juga memperhatikan “sisi manusianya”, sisi psikologisnya juga, atau kalau di teori kuliah komputer dulu tuh, sisi brainwarenya… mantab!!

MZ membangun FB tsb., berawal dari hobi dia mengembangkan aplikasi berbasis teknologi web dan jejaring sosial. Sebelumnya, MZ telah membuat proyek seperti Coursematch (bertujuan agar mahasiswa Harvard mengetahui tentang hal terkait kegiatan akademiknya) dan Facemash (bertujuan agar pemuda-pemudi bisa mengukur nilai dari “tingkat ketertarikan” antar mereka, yang ujung-ujungnya soal “dating”).

Lalu datang ide tentang jejaring sosial FB ini, dimana terdapat situs jejaring sosial yang dibuat berdasarkan suatu kelompok/lingkungan/komunitas tertentu, dan akhirnya MZ memutuskan membuatnya berdasarkan dari lingkungan kampusnya Harvard. Kata “Facebook” sendiri berasal dari “dokumen” yang digunakan oleh maba-maba Harvard (baca: mahasiswa baru) untuk tugas “ospek” ketika baru menginjak pertamakali di universitas tsb. FB digunakan untuk membuat profil mereka, serta mereka harus membuat/mengumpulkan profil orang lain, dan kemudian “dokumen” tersebut harus selalu dimutakhirkan (english: update), ketika bertemu dengan maba lainya, ataupun senior mereka, hehe.. tiba-tiba saya teringat jaman bahula ketika masih “muda imu-imut” dulu.. haha.. n_n. Bagaimana kita dahulu “dipaksa” mengerjakan hal tsb. yang kita anggap “ega penting gituloh”, dan ternyata dibalik semua “kerjaan ega penting” itu, ada maknanya, yaitu proses mengenal maba lain, senior, kehidupan kampus, dan masyarakat (baca: interaksi sosial), serta memaksa kita untuk disiplin juga.

Sebenarnya FB tidak jauh berbeda dengan FS, namun FB membentuk/membuat jejaring sosialnya berdasarkan batasan suatu kelompok/lingkungan/komunitas tsb., sehingga mengambil konsep pengembangan komunitas dalam pengembangan FB tsb. Dan fitur FB yang membuat perbedaan cukup signifikan menurut saya, yang membedakan dengan situs jejaring sosial lainnya, yaitu adanya aplikasi khusus yang dapat dikembangkan pihak ketiga diluar pengembang inti FB. Aplikasi tsb. dapat disisipkan kedalam FB tsb., sehingga pengguna FB “menikmati hasil kreativitas” tsb., berupa permainan “lucu” seperti balapan mobil, saling memberikan kue/makanan, bermain liga sepakbola virtual, memberikan hadiah/ecard ke teman, atau saling bertarung antar mahluk gaib (vampire, werewolf, slayer), dan ribuan permainan lainnya.

Dari ide tsb. MZ pun mengembangkan FB dengan dibantu oleh rekan-rekannya, Eduardo Saverin, selaku penyandang dana, serta Dustin Moskovitz dan Chris Hughes, selaku pengembang teknologi dan promosinya, dan akhirnya meluncurkan FB pada Februari 2004.

Dan dalam tempo tidak lama, FB tidak hanya berkutat di Harvard saja, namun berkembang ke universitas lain pada Maret 2004, seperti Yale, Columbia, Stanford, dsb. Lalu pada September 2005, MZ meluncurkan FB untuk lingkungan sekolah, komunitas, kelompok, perusahaan, dan pada September 2006, telah dibuka untuk umum, hingga merambah dunia dan mulai dikenal di Indonesia!!!

Disarikan dari :

http://www.guardian.co.uk/technology/2007/jul/25/media.newmedia

Older Posts »

Categories